Cloud Computing

Penjelasan

cloud-computing-png-free-download

Cloud computing atau komputasi awan merupakan teknologi penggabungan pemanfaatan teknologi komputer dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama. Cloud (awan) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer.

Cloud computing adalah suatu konsep umum tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas mencakup SaaS, Web 2.0 dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, aplikasi bisnis umum yang diakses melalui daring disuatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.

Cloud computing merupakan evolusi dari virtualization, Service Oriented Architecture, autonomic dan utily computing. Cara kerja dari cloud computing bersifat transparan, sehingga end-user tidak perlu pengetahuan kontrol akan teknologi insfratuktur dari cloud computing untuk dapat menggunakannya dalam menyelesaikan tugas-tugas. Hanya perlu tahu bagaimana cara mengaksesnya. Selain itu Cloud computing adalah hasil dari evolusi bertahap di mana sebelumnya terjadi fenomena grid computing, virtualisasi, application service provision (ASP) dan Software as a Service (SaaS).

Jangkauan layanan pada cloud computing terbagi menjadi 3 yaitu Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud.

  1. Public Cloud Sesederhana namanya, jenis cloud ini diperuntukkan untuk umum oleh penyedia layanannya.
  2. Private Cloud Di mana sebuah infrastruktur layanan cloud, dioperasikan hanya untuk sebuah organisasi tertentu.
  3. Hybrid Cloud Untuk jenis ini, infrastruktur cloud yang tersedia merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur cloud (private, community, atau public). Di mana meskipun secara entitas mereka tetap berdiri sendiri-sendiri, tapi dihubungkan oleh suatu teknologi/mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar cloud itu.

Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:

layanan-cloud

  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (PaaS)
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)

Dibawah ini kita bahas, masing-masing jenis layanan diatas:

  1. Software as a Service (SaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. Kita cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain.  Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati lewat Adobe Creative Cloud, dsb.
  2. Platform as a Service (PaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, databbase engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya. Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure,  bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS. Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.
  3. Infrastructure as a Service (IaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network dsb). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage) , memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa. Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya. Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud, dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dsb dengan segera.

Cara Kerja Cloud Computing

Sistem Cloud Computing bekerja dengan menggunakan server yang berkerja secara online terus-menerus di jaringan internet. Di komputer server inilah semua data akan disimpan begitu juga dengan aplikasi, semua di instal di komputer server sehingga pihak pengguna siap pakai.

Pengguna yang ingin mengakses server tersebut baik untuk keperluan membuka, menyimpan data ataupun menjalankan sebuah program, maka pertama user harus melakukan login terlebih dahulu kemudian setelah login berhasil barulah pengguna bisa menggunakan resource server cloud seperti menjalankan suatu program tanpa perlu menginstalnya di komputer sendiri dan juga untuk menyimpan data.

Cara kerjanya cukup sederhana seperti apabila user menjalankan sebuah aplikasi dan memberikan beberapa perintah pada aplikasi tersebut, maka perintah yang di input oleh user akan dikirimkan ke server melalui jaringan internet kemudian akan diolah atau di resfon oleh server dan memberikan hasilnya ke penguna tersebut, data hasil proses tersebut akan disimpan di komputer server, sehingga setiap kali user ingin membuka dan melihat data yang dia simpan terakhir kali, data tersebut akan tetap tersedia pada server cloud.

Mekanisme Akses Cloud Computing

Mekanisme akses ke cloud computing “mungkin” dapat dijalankan secara beraneka ragambmulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna akhir (baca : transparan), dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.

Langkah-Langkah Penerapan Cloud Computing

Jika pada IT Industri yang baru saja mengeksplorasi teknologi cloud ada beberapa cloud service yang sudah cukup mapan dan dapat di pertimbangkan misalnya sebagai e-mail service. Namun untuk masalah sekuriti, dengan mengembangkan internal infrastruktur IT Industri tersebut menjadi model cloud akan lebih baik.

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menerapkan Cloud Computing pada IT industri adalah sebagai berikut :

  1. Mempelajari sistem kontrak dari cloud service. pastikan setiap process menjadi simple, dapat berulang ulang dan menjadi nilai tambah untuk aplikasi.
  2. Mengidentifikasi service apa yang dapat anda manfaatkan di dalam cloud dan mana yang seharusnya bersifat internal. Hal ini sangat penting untuk  mengetahui mengenai system dan service core yang dapat dimanfaatkan oleh aplikasi. Kemudian mengkategorikan beberapa elemen bisnis anda berdasarkan resiko dari penggunaan cloud service.
  3. Melakukan strategi sourcing untuk mendapatkan biaya yang sangat murah, namun memiliki scalability dan flexibility untuk kebutuhan aplikasi. Hal ini termasuk pertimbangan akan proteksi data ownership dan mobility, compliance dan beberapa element seperti halnya kontrak IT tradisional.

Contoh Cloud Computing

  • Google Drive

Google Drive adalah layanan penyimpanan Online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian Storage. Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai ataupun melakukan kolaborasi dalam pengeditan. Fitur-fitur Google Drive, diantaranya:
  • Penyimpanan gratis sebesar 5GB

Google Drive memberikan fasilitas penyimpanan sebesar 5GB kepada penggunanya dengan cuma-cuma untuk menyimpan dokumen, baik berupa gambar, video, musik, ataupun file-file lain.

  • Memungkinkan membuat dokumen

Pada fitur ini Google Drive memungkinkan para penggunanya untuk membuat dokumen, seperti mengolah data, mengolah angka, membuat presentasi, form dan dokumen lainnya.

  • Berbagi file

Google Drive memudahkan untuk berbagi file dengan orang lain, dan juga memudahkan orang lain untuk melakukan pengeditan terhadap file yang kita buat.

  • Terintegrasi dengan layanan Google lainnya

Para pengguna layanan Google lainnya akan merasakan kemudahan dalam memanagement file dari Google Drive. Karena Google Drive secara otomatis terintegrasi dengan layanan google lainnya.

  • Fasilitas pencarian

Google Drive memberikan layanan pencarian yang lebih baik dan lebih cepat untuk para penggunanya dengan menggunakan kata kunci tertentu. Google Drive juga dapat mengenali gambar atau teks dari dokumen hasil scan.

  • Menampilkan berbagai file

Lebih dari 30 type file yang dapat dibuka dan ditampilkan oleh Google Drive, termasuk file video, file image, dan lain-lain tanpa mengharuskan pengguna untuk mengunduh dan menginstal software yang sesuai dengan tipe atau ekstensi file tersebut.

  • Menjalankan aplikasi

Google Drive juga mempunyai kemampuan untuk membuat, menjalankan dan membagi file aplikasi favorit yang dimiliki oleh pengguna.


Source :

http://blognyainformatika.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-kelemahan-kelebihan-contoh.html

http://pusatteknologi.com/pengertian-manfaat-cara-kerja-dan-contoh-cloud-computing.html

http://www.patartambunan.com/pengertian-cloud-computing-jenis-cara-kerja-keuntungan-dan-kerugian/

Retno, Widiastuti. 2013. http://septialutfi-1102412108-03.blogspot.co.id/p/makalah-cloud-computing.html. Makalah. Universitas Negeri Semarang.

Teori Komputasi dan Penerapannya

Teori komputasi (theory of computation) adalah cabang ilmu komputer teoritis (theoritical computer science). Teori komputasi berkaitan dengan studi bagaimana persoalan (problem) dapat diselesaikan pada sebuah model dengan menggunakan algoritma. Model tersebut dinamakan model komputasi. Teori komputasi dibagi lagi menjadi 3 ranting :

  1. Teori Otomata (automata theory)
  2. Teori Komputabilitas (computability theory)
  3. Teori Kompleksitas (computational complexity theory)

 

Teori komputabilitas bertujuan untuk memeriksa apakah persoalan komputasi dapat dipecahkan pada suatu model komputasi teoritis. Dengan kata lain, teori komputabilitas mengklasifikasikan persoalan sebagai dapat dipecahkan (solvable) atau persoalan yang tidak dapat dipecahkan (unsolvable). Teori kompleksitas bertujuan untuk mengkaji kebutuhan waktu dan ruang untuk memecahkan persoalan yang diselesaikan dengan pendekatan yang berbeda-beda.

 

Dengan kata lain, teori kompleksitas mengklasifikasikan persoalan sebagai persoalan mudah (easy) atau persoalan sukar (hard). Teori komputabilitas memperkenalkan beberapa konsep yang digunakan di dalam teori kompleksitas. Teori otomata mengacu pada definisi dan sifat-sifat model komputasi. Di dalam teori komputasi, model komputasi yang sering dipakai adalah Mesin Turing.

Beberapa model komputasi :

  • Finite State Automata (FSA)/Finite State Machine (FSM)
  • Push Down Automata (PDA)
  • Mesin Turing (Turing Machine) atau TM

 

KOMPUTASI MODERN

Komputasi modern bisa disebut sebuah konsep sistem yang menerima intruksi-intruksi dan menyimpannya dalam sebuah memory, memory disini bisa juga dari memory komputer. Oleh karena pada saat ini kita melakukan komputasi menggunakan komputer maka bisa dibilang komputer merupakan sebuah komputasi modern. Konsep ini pertama kali digagasi oleh John Von Neumann (1903-1957). Dalam kerjanya komputasi modern menghitung dan mencari solusi dari masalah yang ada, dan perhitungan yang dilakukan itu meliputi:

  1. Akurasi
  2. Kecepatan
  3. Problem Volume Besar
  4. Modelling
  5. Kompleksitas

 

Komputasi modern terbagi menjadi tiga macam, yaitu :

  1. Mobile Computing atau komputasi bergerak adalah kemajuan teknologi komputer sehingga dapat berkomunikasi menggunakan jaringan tanpa kabel dan mudah dibawa dan mudah di pindah – pindahkan. Contoh dari perangkat komputasi bergerak, seperti smartphone, GPS, dll.
  2. Grid Computing atau komputasi grid menggunakan komputer yang terpisah oleh geografis, didistribusikan dan terhubung oleh jaringan untuk menyelesaikan masalah komputasi skala besar, ada beberapa daftar yang dapat digunakan untuk mengenali sistem komputasi grid, adalah:
  • Sistem untuk koordinat sumber daya komputasi tidak dibawah kendali pusat.
  • Sistem menggunakan standart dan protocol yang terbuka.
  • Sistem mencoba mencapai kualitas pelayanan yang canggih, yang lebih baik diatas kualitas komponen individu pelayanan komputasi grid.
  1. Cloud Computing atau Komputasi cloud merupakan gaya komputasi yang terukur dinamis dan sumber daya virtual yang sering menyediakan layanan melalui internet, Komputasi cloud menggambarkan pelengkap baru, konsumsi, dan layanan IT berbasis model dalam internet dan biasanya melibatkan ketentuan dari keterukuran dinamis dan sumber daya virtual yang sering menyediakan layanan melalui internet.

Perbedaan diantara ketigannya adalah:

  1. Komputasi Mobile menggunakan teknologi komputer yang bekerja seperti handphone, sedangkan komputasi grid dan cloud menggunakan komputer.
  2. Biaya untuk tenaga komputasi mobile lebih mahal dibandingkan dengan komputasi grid dan cloud.
  3. Komputasi mobile tidak membutuhkan tempat dan mudah dibawa kemana – mana, sedangkan grid dan cloud membutuhkan tempat yang khusus.
  4. Untuk komputasi mobile, proses tergantung si pengguna. Komputasi grid proses tergantung pengguna mendapatkan server atau tidak, dan komputasi cloud prosesnya membutuhkan jaringan internet sebagai penghubungnya.

 

 

Implementasi Komputasi Modern pada Bidang Kimia

 

Implementasi komputasi modern di bidang kimia adalah Computational Chemistry yaitu penggunaan ilmu komputer untuk membantu menyelesaikan masalah kimia, contohnya penggunaan super komputer untuk menghitung struktur dan sifat molekul. Istilah kimia teori dapat didefinisikan sebagai deskripsi matematika untuk kimia, sedangkan kimia komputasi biasanya digunakan ketika metode matematika dikembangkan dengan cukup baik untuk dapat digunakan dalam program komputer. Perlu dicatat bahwa kata “tepat” atau “sempurna” tidak muncul di sini, karena sedikit sekali aspek kimia yang dapat dihitung secara tepat. Hampir semua aspek kimia dapat digambarkan dalam skema komputasi kualitatif atau kuantitatif hampiran.

 

Implementasi Komputasi Modern pada Bidang Matematika.

 

Menyelesaikan sebuah masalah yang berkaitan dengan perhitungan matematis, namun dalam pengertian yang akan dibahas dalam pembahasan komputasi modern ini merupakan sebuah sistem yang akan menyelesaikan masalah matematis menggunakan komputer dengan cara menyusun algoritma yang dapat dimengerti oleh komputer yang berguna untuk menyelesaikan masalah manusia.

 

Implementasi Komputasi Modern pada Bidang Ekonomi

 

Pemrograman yang didesain khusus untuk komputasi ekonomi, dan pengembangan alat bantu dalam pendidikan komputasi ekonomi. Karena dibidang ekonomi pasti memiliki permasalahan yang harus dipecahkan oleh algoritma contohnya adalah memecahkan teori statistika untuk memecahkan permasalahan keuangan.

Salah satu contoh komputasi di bidang ekonomi adalah komputasi statistik. Komputasi statistik adalah jurusan yang mempelajari teknik pengolahan data, membuat program, dan analisis data serta teknik penyusunan sistem informasi statistik seperti penyusunan basis data, komunikasi data, sistem jaringan, dan diseminasi data statistik.

 

https://ariefimam2.wordpress.com/2015/08/03/implementasi-komputasi-pada-bidang-kimia/

https://deadydiedy.wordpress.com/2015/04/05/komputasi-teori-komputasi/

http://istanateknologi.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-komputasi-dan-teori-komputasi.html

Review Jurnal Pengantar Bisnis Informatika

ANALISIS DETERMINAN SISTEM INFORMASI E-TICKETING : PENDEKATAN EXTENDED THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR

Satriyo Dermawan

Aprian Dwi Sambudi

Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Teknologi Informasi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkoordinasian sumber data untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilkinson, 2000).

Wayan (2011) berpendapat sistem informasi akuntansi berbasis teknologi adalah sistem informasi akuntansi yang sudah menggunakan teknologi komputer dalam pemrosesan transaksi. Artha (2011) menyebutkan bahwa sistem informasi akuntansi berbasis teknologi merupakan suatu sistem yang dapat membantu untuk membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi yang berkenaan dengan akuntansi.

E-ticketing

E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper tiket.

Theory Of Planned Behaviour (TPB)

The theory of planned behavior (TPB) memiliki kelebihan dari teori pendahulunya Theory of Reasoned Action (TRA) yaitu kemampuan teori perilaku rencanaan dalam menganalisis suatu situasi di saat individu-individu tidak memiliki kontrol sendiri terhadap apa yang mereka lakukan.

Berdasarkan uraian diatas disimpulkan:

H1: Sikap berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.

H2: Norma subjektif (Subjective Norm) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing

H3: Kontrol perilaku persepsian (Perceived Behavioral Control) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.

H4: Kepercayaan (Trust) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing

H5: Keyakinan diri (self efficacy) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing

Metode Penelitian

Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah penumpang pesawat kawasan Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya baik yang akan melakukan penerbangan ataupun yang telah melakukan penerbangan dalam rute domestik maupun internasional yang pernah menggunakan sistem e-ticketing. Dipilihnya penumpang pesawat kawasan Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya sebagai populasi dikarenakan penumpang tersebut berpotensi sebagai wisatawan yang sering melakukan penerbangan dan pernah menggunakan sistem eticketing

Jumlah populasi dalam penelitian ini tidak diketahui secara pasti. Oleh sebab itu, peneliti melakukan suatu cara dalam penentuan jumlah sampel yaitu dengan mengambil 30 – 500 responden dengan cara menyebar 230 kuesioner.

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik purposive sampling menurut Sugiyono (2008) adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Survey adalah metoda pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden individu

Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen

Dalam kegiatan pengumpulan data , peneliti melakukan beberapa langkah. Pertama, peneliti menyebar kuesioner dengan dua cara, yaitu secara langsung dan melalui e-mail.

Pengujian hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini menggunakan bantuan Partial Least Squares (PLS) yang merupakan statistika multivariate yang melakukan pembandingan antara variabel dependen berganda dan variabel independen berganda

Analisis Data dan Hasil Penelitian

Dari hasil survey dan data data yang didapat, diperoleh hasil sebagai berikut:

  •   Hipotesis  1

 

Hipotesis 1 menyakatan bahwa konstruk persepsi sikap (attitude) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing

  • Hipotesis 2

 

Hipotesis 2 menyatakan bahwa konstruk persepsi norma subjektif (subjective norm) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.

  •       Hipotesis 3

 

Hipotesis 3 menyakatan bahwa konstruk kontrol perilaku persepsian (perceived behavioral control) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.

  • .       Hipotesis 4

 

Hipotesis 4 menyatakan bahwa faktor kepercayaan (Trust) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.


Kesimpulan

 

E-ticketing dapat mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper tiket. Studi ini menguji konstruk Theory of Planned Behaviour (TPB) dengan menggunakan sikap, norma subjektif, kontrol perilaku persepsian, dan keyakinan diri sebagai variabelnya. Dalam Theory of Planned Behavior (TPB), minat dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku persepsian. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa minat dipengaruhi oleh sikap (attitude) kontrol perilaku persepsian (perceived behavioral control). Kedua variabel tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara kontrol perilaku persepsian dan sikap terhadap minat penggunaan sistem e-ticketing. Dalam penelitian ini sikap mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap minat penggunaan sistem e-ticketing. Norma subjektif (Subjective Norm) dan kepercayaan (Trust) tidak berpengaruh terhadap minat. Hasil ini konsisten dengan hasil studi beberapa peneliti lain yaitu Dehbashi (2007) serta penelitian dari Zailani et al. (2008), George (2004) dan Lin (2005).

Review Artikel Bisnis Informatika

Bisnis informatika merupakan disiplin ilmu baru yang menggabungkan berbagai aspek manajemen bisnis, teknologi informasi, dan informatika. Tujuan dari Bisnis Informatika adalah untuk sepenuhnya mengintegrasikan pengetahuan ilmu komputer dan bisnis administrasi menjadi satu kesatuan.

Jadi yang membedakan Bisnis Informatika dengan bisnis – bisnis lainya yaitu cara dia merencanakan, membuat, mengelola, dan menjalankan bisnis tersebut dengan menggunakan teknologi informasi khususnya internet. Ya pertama perencanaan, perencanaan sangat penting sebelum kita memulai suatu bisnis. Untuk bisnis informatika perencanaan dapat dimulai dari kita mau membuat apa misalnya jika kita ingin membuat website tentang berita yang up to date kita harus memikirkan dengan apa kita membuat website tersebut, apa programnya, server yang handal dan tempat hosting yang bagus dan powerfull. Yang kedua yaitu membuat jika persiapan sudah matang baru kita memulai membuatnya. Dalam memulai kita tidak harus langsung sempurna karena untuk menekan biayanya. Karena kita baru memulai bisnis tersebut. Jalankanlah seperti biasa dan apabila sudah banyak yang tahu akan website kita baru kita mulai meningkatkannya. Yang ketiga mengelola, tentu saja dalam bisnis pasti ada pengelolaan yaitu pasti menyangkut dana. Buat apa? Ya dalam bisnis informatika khususnya pembuatan web berita kita memerlukan dana untuk maintenance apa bila terjadi error atau serangan cyber, penggantian hardware dan software, membayar hosting dan lain – lain. Dan satu lagi yang penting yaitu biaya pengiklanan tentu saja tidak mungkin web yang kita buat langsung mendadak terkenal perlu penyebaran dan pemberitahuan kepada masyarakat agar mengetahui ada website tentang berita yang kita buat.
Perkembangan teknologi dan informasi saat ini menyebabkan perubahan pada budaya kita sehari-hari. Dewasa ini media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.
berbicara mengenai bisnis, pasti kita membicarakan mengenai untung atau rugi. Bisnis dan Informatika memiliki dua arti yang saling berbeda, tetapi jika kata tersebut di padukan memiliki suatu keterikatan yang mempunyai satu makna. Dalam pengertian yang sederhana bisnis informatika adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang yang memiliki nilai (value) dengan tujuan mendapatkan keuntungan (profit) yang dilakukan dengan bantuan teknologi informasi.

Aspek – Aspek Bisnis

  • Keuntungan individu dan kelompok
    • Penciptaan Nilai
    • Penciptaan Barang dan Jasa
    • Keuntungan melalui Transaksi

Fungsi Bisnis

• Fungsi Mikro (Kontribusi terhadap pihak yang berperan langsung)
• Fungsi Makro(Kontribusi terhadap pihak yang tidak berperan langsung)

Peranan Teknlogi Informasi di bidang Bisnis
Di bidang bisnis baik perdagangan barang maupun jasa komputer peranan teknologi informasi akan sangat penting untuk kegiatan transaksi baik rutin, periodik, maupun insidental dan menyediakan banyak informasi dengan cepat dan tepat.

– Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (Management Information System – MIS), merupakan sistem informasi yang sudah banyak diterapkan pada perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang dan jasa baik pada perusahaan besar, menengah, atau perusahaan kecil. SIM dapat diterapkan pada semua tingkat atau level manajemen yang ada yaitu manajemen tingkat atas (top management), manajemen tingkat menengah (middle management), dan manajemen tingkat bawah (lower management).

– Di perusahaan dagang,
seperti department store, telah dipergunakan mesin cash register (mesin kasir) yang dilengkapi dengan kendali komputer sehingga mesin tersebut dapat dikendalikan oleh pihak manajer hanya dari ruang kerjanya secara cepat dan tepat, untuk scanning barcode kode barang dagangan, menghitung laba rugi, inventaris, dan sebagainya.

– Di bidang perbankan, salah satu solusi sistem informasi perbankan telah diperkenalkan oleh perusahaan besar seperti Hewlett-Packard (HP), yang bekerja sama dengan Infosys telah memperkenalkan solusi core banking, yang disebut Finacle kepada bank-bank di Indonesia. Finacle memberikan solusi bagi bank yang ingin melakukan up-grade terhadap sistem yang telah mereka miliki. Dengan menggunakan Finacle, up-grade sistem bisa dilaksanakan dengan resiko investasi maupun kegagalan migrasi yang rendah. Ini penting bagi bank-bank agar mampu menghadapi siklus bisnis yang selalu berubah. Dengan solusi terpadu ini – berupa software dan hardware, jaringan, sistem integrasi, serta opsi consulting dan outsourcing – bank juga akan memiliki nilai tambah sehingga menjadi lebih kompetitif.

Bab 5 (Penutup)

Kesimpulan

Desain grafis pada saat ini merupakan hal yang bisa dan biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membuka mata hingga kembali menutup mata untuk tidur. Sesungguhnya desain grafis erat hubungannya dengan proses cetak-mencetak. Melalui media cetak ini, desain grafis berfungsi sebagai media penghubung antar pihak yang berkepentingan. Jaman yang semakin berkembang dan teknologi yang beragam, menjadikan desain grafis sesuatu yang menarik untuk dicermati perkembangannya.
Perkembangan desain yang berasal dan berkiblat dari negara-negara barat menjadikan desain di Indonesia belum memilki landasan yang kuat di negeri sendiri. Pergeseran visual yang terjadi mempengaruhi pandangan dan penghargaan masyarakat terhadap karya-karya bangsa sendiri, yang kurang mendapatkan tempat secara proporsional dan dapat menghilangkan kebudayaan lokal sebagai jati diri bangsa.
Perancangan buku desain pemodelan grafis ini dapat menjadi alternatif bacaan tentang sejarah perkembangan desain grafis dengan penyampaian yang berbeda dari buku sejenis. Indonesia yang menarik dan komunikatif, dapat menjadi salah satu upaya mendokumentasikan dan mengembangkan desain grafis yang ada di Indonesia. Menjadikannya sesuatu yang baru dan dapat diterima bagi berbagai kalangan dengan tujuan pembelajaran maupun referensi baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung terhadap dunia desain grafis.
Pemodelan adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek. Membuat dan mendesain obyek tersebut sehingga terlihat seperti hidup. Sesuai dengan obyek dan basisnya, proses ini secara keseluruhan dikerjakan di komputer. Melalui konsep dan proses desain, keseluruhan obyek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D modelling). Kalau memang desain grafik ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan imajinasi menjadi kenyataan maka gambar yang real juga menjadi harga mati. Bagaimana caranya ya tergantung bagaimana pembuatnya.
Oleh karena itu dibutuhkanlah sebuah konsep dalam pemodelan.konsep seperti itulah yang nantinya akan dibuat untuk dijadikan suatu hasil yang berguna. Maupun itu gambar, video dan hal – hal lainnya yang apabila dijelaskan dengan sudut pandang grafis lebih memudahkan untuk diingat dan dipahami.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://developers.google.com/chart/interactive/docs/gallery/candlestickchart

Lee, L. (2015). In love with Fibonacci: Menguasai Perdagangan Saham Dengan Menggunakan Fibonacci. Surabaya: Brilliant.

RH Liembono, d. S. (2015). Buku Saham Para Master. Surabaya : Brilliant.

 

Bab 4 (Kasus Pemanfaatan

Penerapan Candlestick Chart Dalam Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat membawa seluruh elemen-elemen yang ada, baik itu ekonomi, bisnis, pendidikan, kenegaraan dsb. Dalam dunia teknologi informasi khususnya dalam bidang bisnis kita dapat menyertakan diagram (chart) candlestick dengan menggunakan salah satu Google API (Application Progamming Interface) yaitu Google Chart.
Google Chart merupakan suatu API yang digunakan untuk memvisualisasikan data ke dalam bentuk garis, peta pohon hierarkis, hingga grafik. Cara yang paling umum untuk menggunakan Google Chart adalah dengan JavaScript sederhana yang dimasukkan ke dalam halaman Web anda.

 

Semua jenis grafik digambarkan oleh data dengan menggunakan kelas DataTable, sehingga mudah untuk beralih ke jenis grafik lain untuk menemukan penampilan grafik yang ideal. DataTable menyediakan metode untuk menyortir, memodifikasi, dan penyaringan data. Selain itu DataTable dapat diisi langsung dari halaman web anda, database, atau penyedia data (data provider) yang mendukung protokol Charts Google Datasouce (protokol tersebut termasuk SQL seperti bahasa queri yang diimplementasikan oleh Google Spreadsheets, Google Fusion Tables, dan pihak ketiga penyedia data seperti SalesForce).

Konfigurasi Opsional

Metode

Events

Berikut contoh pemodelan grafik candlestick pada Google Chart. Misal sebuah perusahaan bernama PT Maju Terus bertransaksi di Bea cukai dalam waktu 5 hari dengan data transaksi sebagai berikut :
Berikut code JavaScript untuk membuat grafik Candlestick :

<html>
<head>
google.charts.load(‘current’, {‘packages’:[‘corechart’]});
google.charts.setOnLoadCallback(drawChart);
function drawChart() { var data = google.visualization.arrayToDataTable([
[‘Senin’, 20, 28, 38, 45], //[string,x1,y1,y2,x2]
[‘Selasa’, 31, 38, 55, 66], //[string,x1,y1,y2,x2]
[‘Rabu’, 50, 55, 77, 80], //[string,x1,y1,y2,x2]
[‘Kamis’, 77, 77, 66, 50], //[string,x1,y1,y2,x2]
[‘Jumat’, 68, 66, 22, 15] //[string,x1,y1,y2,x2]
// Treat first row as data as well.
], true);
var options = { legend:’none’ };
var chart = new
google.visualization.CandlestickChart(document.getElementById(‘chart_div’));
chart.draw(data, options); }
</head>
<body>
500px;”>
</body>
</html>
Maka output (hasil) yang dikeluarkan sebagai berikut :

Penerapan Histogram

Membuat Histogram

Misalkan citra digital memiliki L derajat keabuan, yaitu dari nilai 0 sampai L – 1 (misalnya pada citra dengan kuantisasi derajat keabuan 8-bit, nilai derajat keabuan dari 0 sampai 255). Secara matematis histogram citra dihitung dengan rumus:
yang dalam hal ini,
ni = jumlah pixel yang memiliki derajat keabuan
i n = jumlah seluruh pixel di dalam citra
Plot hi versus fi dinamakan histogram. Gambar 6.1 adalah contoh sebuah histogram citra. Secara grafis histogram ditampilkan dengan diagram batang. Perhatikan dari persamaan 6.1 bahwa nilai ni telah dinormalkan dengan membaginya dengan n. Nilai hi berada di dalam selang 0 sampai 1.
Sebagai contoh, misalkan matriks di bawah ini menyatakan citra dijital yang berukuran 8 ´ 8 pixel dengan derajat keabuan dari 0 sampai 15 (ada 16 buah derajat keabuan):
Tabulasi perhitungan histogramnya ditunjukan pada Tabel 6.1. Mudah dilihat bahwa semakin besar nilai ni maka semakin besar pula nilai hi .

Tabel perhitungan histogram
Contoh:
Berikut adalah histogram dari panjang dinosaurus:
Histogram tersebut memberitahu kita bahwa bin paling umum adalah <10 meter, dan bahwa hanya ada satu dinosaurus lebih dari 40 meter. Kita bisa membawa lebih bar untuk menemukan bahwa itu adalah Seismosaurus (yang mungkin hanya Diplodocus yang sangat besar; ahli paleontologi tidak yakin).
Kode untuk menghasilkan histogram ini ditampilkan di bawah. Setelah mendefinisikan data (google.visualization.arrayToDataTable), grafik didefinisikan dengan panggilan untuk visualisasi google. Histogram dan digambar dengan metode imbang.
Diagram histogram diatas bila akan lebih jelas bila dilihat pada web/browser karena pada bin/balok diagram tersebut terdapat keterangan dari dinasaurus yang disebutkan dalam kodingan html dibawah ini

<html>
<head>
google.charts.load(“current”, {packages:[“corechart”]});
google.charts.setOnLoadCallback(drawChart);
function drawChart() {
var data = google.visualization.arrayToDataTable([
[‘Dinosaur’, ‘Length’],
[‘Acrocanthosaurus (top-spined lizard)’, 12.2],
[‘Albertosaurus (Alberta lizard)’, 9.1],
[‘Allosaurus (other lizard)’, 12.2],
[‘Apatosaurus (deceptive lizard)’, 22.9],
[‘Archaeopteryx (ancient wing)’, 0.9],
[‘Argentinosaurus (Argentina lizard)’, 36.6],
[‘Baryonyx (heavy claws)’, 9.1],
[‘Brachiosaurus (arm lizard)’, 30.5],
[‘Ceratosaurus (horned lizard)’, 6.1],
[‘Coelophysis (hollow form)’, 2.7],
[‘Compsognathus (elegant jaw)’, 0.9],
[‘Deinonychus (terrible claw)’, 2.7],
[‘Diplodocus (double beam)’, 27.1],
[‘Dromicelomimus (emu mimic)’, 3.4],
[‘Gallimimus (fowl mimic)’, 5.5],
[‘Mamenchisaurus (Mamenchi lizard)’, 21.0],
[‘Megalosaurus (big lizard)’, 7.9],
[‘Microvenator (small hunter)’, 1.2],
[‘Ornithomimus (bird mimic)’, 4.6],
[‘Oviraptor (egg robber)’, 1.5],
[‘Plateosaurus (flat lizard)’, 7.9],
[‘Sauronithoides (narrow-clawed lizard)’, 2.0],
[‘Seismosaurus (tremor lizard)’, 45.7],
[‘Spinosaurus (spiny lizard)’, 12.2],
[‘Supersaurus (super lizard)’, 30.5],
[‘Tyrannosaurus (tyrant lizard)’, 15.2],
[‘Ultrasaurus (ultra lizard)’, 30.5],
[‘Velociraptor (swift robber)’, 1.8]]);
        var options = {
title: ‘Lengths of dinosaurs, in meters’,
legend: { position: ‘none’ },
};
        var chart = new google.visualization.Histogram(document.getElementById(‘chart_div’));
chart.draw(data, options);
}
</head>
<body>
</body>
</html>
Kodingan diatas dapat diketikkan melalu notepad dengan opsi save (.html), kemudian buka notepad menggunakan browser (klik kanan pada notepad – open with – (ex. google chrome) maka akan muncul diagram histogram seperti diatas dengan keterangannya.

Mengatur Warna

Berikut adalah histogram dari populasi nasional:
Ada lebih dari dua ratus negara dengan populasi kurang dari seratus juta, dan setelah itu mati. histogram ini menggunakan pilihan warna untuk meberikan warna hijau:

var options = {
title: ‘Country Populations’,
legend: { position: ‘none’ },
colors: [‘green’],
};
Seperti semua Charts Google, warna dapat ditentukan baik sebagai nama bahasa Inggris atau sebagai nilai hex.

Penerapan Bar Chart Dalam Google Chart

Membuat Material Bar Chart

Pada tahun 2014, Google mengumumkan pedoman dimaksudkan untuk mendukung tampilan umum dan merasa seluruh properti dan aplikasi (seperti aplikasi Android) yang berjalan di platform Google. Kami menyebutnya upaya ini Desain Material. Kami akan menyediakan “Material” versi dari semua grafik utama kami; Anda dipersilakan untuk menggunakan mereka jika Anda suka bagaimana mereka terlihat.
Membuat Material Bar Chart mirip dengan menciptakan apa yang sekarang kita akan sebut “klasik” Bar Chart. Anda memuat Google Visualisasi API (meskipun dengan paket ‘bar’ bukan paket ‘corechart’), mendefinisikan DataTable Anda, dan kemudian membuat objek (tapi google.charts.Bar kelas bukan google.visualization.BarChart).
Bahan Bar Charts memiliki banyak perbaikan kecil lebih Classic Bar Charts, termasuk palet warna ditingkatkan, bulat sudut, label format yang lebih jelas, jarak standar ketat antara seri, gridlines lebih lembut dan judul (dan penambahan sub judul).

<html>
<head>
google.charts.load(‘current’, {‘packages’:[‘bar’]});
google.charts.setOnLoadCallback(drawChart);
function drawChart() {
var data = google.visualization.arrayToDataTable([
[‘Year’, ‘Sales’, ‘Expenses’, ‘Profit’],
[‘2014’, 1000, 400, 200],
[‘2015’, 1170, 460, 250],
[‘2016’, 660, 1120, 300],
[‘2017’, 1030, 540, 350]
]);
        var options = {
chart: {
title: ‘Company Performance’,
subtitle: ‘Sales, Expenses, and Profit: 2014-2017’,
},
bars: ‘horizontal’ // Required for Material Bar Charts.
};
        var chart = new
google.charts.Bar(document.getElementById(‘barchart_material’));
        chart.draw(data, options);
}
</head>
<body>
</body>
</html>
Menggunakan google.charts.Bar.convertOptions() memungkinkan pengguna untuk mengambil keuntungan dari fitur tertentu, seperti pilihan preset hAxis/vAxis.format.

Grafik Dual-X

Kadang-kadang Anda akan ingin menampilkan dua seri dalam bar chart, dengan dua x-sumbu independen: sumbu atas untuk satu seri, dan sumbu bawah untuk lain:
Perhatikan bahwa tidak hanya dua x-sumbu berlabel berbeda (“parsec” versus “magnitudo semu”) tetapi mereka masing-masing memiliki skala independen mereka sendiri dan gridlines. Jika Anda ingin menyesuaikan perilaku tersebut, gunakan opsi hAxis.gridlines.
Dalam kode di bawah, sumbu dan pilihan seri bersama-sama menentukan penampilan dual-X dari grafik. Opsi seri menentukan sumbu yang digunakan untuk setiap (‘jarak’ dan ‘kecerahan’, mereka tidak perlu memiliki hubungan dengan nama kolom dalam DataTable). Opsi sumbu kemudian membuat grafik ini grafik dual-X, menempatkan ‘magnitudo tampak’ sumbu di bagian atas dan sumbu ‘parsec’ di bagian bawah.

<html>
<head>
google.charts.load(‘current’, {‘packages’:[‘bar’]});
google.charts.setOnLoadCallback(drawStuff);
      function drawStuff() {
var data = new google.visualization.arrayToDataTable([
[‘Galaxy’, ‘Distance’, ‘Brightness’],
[‘Canis Major Dwarf’, 8000, 23.3],
[‘Sagittarius Dwarf’, 24000, 4.5],
[‘Ursa Major II Dwarf’, 30000, 14.3],
[‘Lg. Magellanic Cloud’, 50000, 0.9],
[‘Bootes I’, 60000, 13.1]
]);
        var options = {
width: 800,
chart: {
title: ‘Nearby galaxies’,
subtitle: ‘distance on the left, brightness on the right’
},
bars: ‘horizontal’, // Required for Material Bar Charts.
series: {
0: { axis: ‘distance’ }, // Bind series 0 to an axis named ‘distance’.
1: { axis: ‘brightness’ } // Bind series 1 to an axis named ‘brightness’.
},
axes: {
x: {
distance: {label: ‘parsecs’}, // Bottom x-axis.
brightness: {side: ‘top’, label: ‘apparent magnitude’} // Top x-axis.
}
}
};
      var chart = new
google.charts.Bar(document.getElementById(‘dual_x_div’));
chart.draw(data, options);
};
</head>
<body>
</body>
</html>

Grafik top-X

Jika Anda ingin menempatkan label sumbu X dan judul di bagian atas grafik Anda daripada bagian bawah, Anda dapat melakukannya di tangga lagu Material dengan pilihan axes.x:
<html>
<head>
google.charts.load(‘current’, {‘packages’:[‘bar’]});
google.charts.setOnLoadCallback(drawStuff);
      function drawStuff() {
var data = new
google.visualization.arrayToDataTable([
[‘Opening Move’, ‘Percentage’],
[“King’s pawn (e4)”, 44],
[“Queen’s pawn (d4)”, 31],
[“Knight to King 3 (Nf3)”, 12],
[“Queen’s bishop pawn (c4)”, 10],
[‘Other’, 3]
]);
        var options = {
title: ‘Chess opening moves’,
width: 900,
legend: { position: ‘none’ },
chart: { title: ‘Chess opening moves’,
subtitle: ‘popularity by percentage’ },
bars: ‘horizontal’, // Required for Material Bar Charts.
axes: {
x: {
0: { side: ‘top’, label: ‘Percentage’} // Top x-axis.
}
},
bar: { groupWidth: “90%” }
};
        var chart = new
google.charts.Bar(document.getElementById(‘top_x_div’));
chart.draw(data, options);
};
</head>
<body>
</body>
</html>

Bab 3 (Perangkat Lunak yang Mendukung)

Menggunakan Charts Google

Charts Google menyediakan cara yang sempurna untuk memvisualisasikan data di website Anda. Dari grafik garis sederhana untuk peta pohon hirarkis yang kompleks, galeri grafik memberikan sejumlah besar jenis bagan yang siap digunakan.
Cara yang paling umum untuk menggunakan Google Charts adalah dengan JavaScript sederhana yang Anda masukkan dalam halaman web Anda. Anda memuat beberapa perpustakaan Bagan Google, daftar data yang akan memetakan, pilih opsi untuk menyesuaikan grafik Anda, dan akhirnya membuat objek grafik denganidyang Anda pilih. Kemudian, kemudian di halaman web, Anda membuat<Div> dengan itu id untuk menampilkan Chart Google. Itu semua yang Anda butuhkan untuk memulai.
Grafik yang terkena sebagai kelas JavaScript, dan Google Chart menyediakan banyak jenis grafik untuk Anda gunakan. Tampilan default biasanya akan semua yang Anda butuhkan, dan Anda dapat selalu menyesuaikan grafik agar sesuai dengan tampilan dan nuansa situs Anda. Grafik yang sangat interaktif dan mengekspos peristiwa yang memungkinkan Anda menghubungkan mereka untuk membuat kompleks dashboard atau pengalaman lainnya terintegrasi dengan halaman web Anda. Grafik tersebut diberikan menggunakan teknologi HTML5 / SVG untuk menyediakan kompatibilitas cross-browser (termasuk VML untuk versi IE yang lebih tua) dan lintas platform portabilitas untuk iPhone, iPads dan Android. pengguna Anda tidak akan pernah main-main dengan plugin atau perangkat lunak apapun. Jika mereka memiliki web browser, mereka dapat melihat grafik Anda.
Semua jenis grafik akan diisi dengan data menggunakan Tabel data kelas, sehingga mudah untuk beralih di antara jenis grafik yang Anda bereksperimen untuk menemukan penampilan ideal. DataTable menyediakan metode untuk menyortir, memodifikasi, dan penyaringan data, dan dapat diisi langsung dari halaman web Anda, database, atau penyedia data yang mendukung Chart Tools DataSource protokol. (Protokol Itu termasuk bahasa query SQL-seperti dan diimplementasikan oleh Google Spreadsheets, Google Fusion Tables, dan ketiga penyedia data pihak seperti Salesforce. Anda bahkan dapat menerapkan protokol di situs Anda sendiri dan menjadi penyedia data untuk layanan lainnya.)

Cara Menggambar Grafik menggunakan HTML 5

chart.draw()

Ini adalah metode dasar, berikut adalah langkah-langkah dasarnya :

  1. Memuat the gstatic library loader, Google Visualization, dan chart libraries
  2. Siapkan data anda
  3. Siapkan opsi grafik
  4. Menginstansiasi class grafik.
  5. Secara opsional meregistrasi untuk menerima setiap events grafik.
  6. Panggil chart.draw().
Keuntungan:

  • Anda memiliki kontrol penuh atas setiap langkah dari proses.
  • Anda dapat meregistrasi untuk memperhatikan semua event yang dilontarkan oleh grafik.
Kerugian:

  • Banyak kata.
  • Anda harus secara eksplisit memuat semua pustaka grafik yang diperlukan.
  • Jika anda mengirim kueri, anda harus secara manual mengimplementasikan untuk callback, mengecek keberhasilan, mengekstrak value DataTable yang dikembalikan, dan menyampaikannya ke chart.
Contoh:

ChartWrapper

  1. ChartWrapper merupakan class yang memudahkan untuk menangani pengambilan seluruh grafik library yang sesuai untuk anda dan juga menyederhanakan pengiriman kueri alat grafik Datasources.
Keuntungan:

  1. Code lebih sedikit.
  2. Memuat semua pustaka grafik yang diperlukan untuk anda.
  3. Membuat kueri Datasources jauh lebih mudah dengan membuat objek.
  4. Query dan penangan callback untuk anda
  5. Menyampaikan wadah element ID, dan akan memanggil getElementByID untuk anda.
  6. Data dapat disampaikan dalam berbagai format: sebagai sebuah array nilai, sebagai sebuah literal string JSON, atau sebagai DataTable
Kerugian:

  • ChartWrapper saat ini hanya mengembangkan event select, ready, and error. Untuk mendapatkan event yang lain.
Contoh:

DrawChart()

DrawChart merupakan metode statis global yang membungkus ChartWrapper.
Keuntungan:

  • Sama seperti ChartWrapper, tapi lebih sedikit untuk digunakan.
Kerugian:

  • Tidak mengembalikkan handle untuk pembungkus (DrawChart), sehingga anda tidak bisa menangani events.
Contoh:

Bab 2 (Teori Konsep Visualisasi dan Model Grafis)

KONSEP VISUALISASI

 Definisi Visualisasi

 

  1. Menurut (Mc Cormick, 1987) definisi visualisasi adalah metode penggunakan komputer untuk mentransformasikan simbol menjadi geometrik dan memungkinkan peneliti dalam hal mengamati simulasi komputasi yang dapat memperkaya proses penemuan ilmiah sehingga dapat mengembangkan pemahaman yang lebih dalam dan tak terduga. Dari definisi tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa visualisasi adalah suatu media perantara untuk penggambaran data secara visual yang lebih interaktif agar mudah dipahami dan menambah pemahaman seseorang ketika melihat suatu data. Visualisai ini sangat berguna dalam berbagai sector bidang, baik di dunia computer, didunia sains, didunia ekonomi pun sangat berguna. Bayangkan saja jika data data numerik tidak disajikan secara visual baik secara diagram maupun grafik, tentu saja kita akan mengalami kesulitan dalam memahami suatu data, bahkan kitapun mungkin dapat mengalami kesalahan dalam memahami suatu data, oleh Karena itu kita perlu media visual yang dapat menggambarkan suatu data data yang berupa numerik maupun matematik. Berikut ini ada beberapa tujuan dari visualisasi adalah :

 

  1. Mengeksplor
    Kegiatan eksplor dapat disebut juga penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan penjelajahan dengan tujuan menemukan sesuatu yang baru. Dalam hal visualisasi, mengeksplor bisa dalam bentuk eksploarasi terhadap data atau informasi yang ada yang dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari elemen pengambilan keputusan.
  2. Menghitung
    Menghitung adalah kegiatan yang bertujuan untuk mendapat gambaran tentang dimensi/bentuk suatu objek. Dalam hubungannya dengan visualisasi, menghitung dapat diartikan sebagai kegiatan melakukan analisa terhadap data yang ada dalam bentuk gambar seperti grafik dan tabel yang sudah terhitung sehingga manajemen hanya perlu melakukan pengambilan keputusan dari data yang sudah terhitung.
  3. Menyampaikan
    Data mentah yang diolah lalu ditampilan dalam bentuk seperti grafik merupakan bentuk penyampaian dengan cara pendekatan visual yang mana dapat membuat orang yang melihat gambar tersebut dapat dengan mudah menyimpulkan arti dalam gambar tersebut karena secara umum data yang diolah dalam bentuk grafik lebih mudah dipahami karena sifatnya yang tidak berbelit-belit melainkan langsung kepada point yang dituju.

 Karakteristik Visualisasi Informasi

 

Menurut
(McCormick, 1987), karakteristik visualisasi informasi yang baik memiliki empat karakteristik sebagai berikut :

 

  1. Menggunakan Pola
    Penggunaan pola berguna agar manusia yang melihatnya dapat melakukan scanning, recognizing, remembering terhadap apa yang mereka lihat dan menyimpulkan dengan cepat berdasarkan pola-pola yang membedakan pola yang satu dengan yang lain
  2. Perbandingan Gambar
    Macam-macam perbandingan gambar dapat berupa panjang, bentuk, orientasi, gradiasi warna, tekstur yang mana merupakan pembeda antara visual yang satu dengan yang lain. Sehingga dengan perbedaan ini juga dapat menimpulkan perbedaan informasi yang dihasilkan dari perbandingan gambar yang satu dengan yang lain, dan dengan perbandingan gambar kita juga dapat mengetahui informasi yang mana yang lebih baik untuk kita maupun orang lain.
  3. Gambar Animasi
    Animasi dapat menggambarkan atau membedakan berdasarkan perjalanan waktu yang terjadi yang mana tidak dapat digambarkan secara jelas dengan menggunakan gambar yang diam. Gambar animasi mungkin bagi sebagian orang lebih digemari dan disukai, Karena dengan animasi, makna dan pesan yang ada dalam gambar disampaikan secara lebih menarik.
  4. Warna
    Deskipsi warna dapat membantu perbedaan warna yang di gunakan. Dalam hal ini perbedaan warna juga dapat mempengaruhi perbedaan informasi yang dihasilkan. Dan juga dapat menjadikan informasi menjadi lebih menarik dan warna juga bisa menjadi tambahan pemahaman secara cepat jika warna warna tersebut diberikan keteranan secara khusus.

 Macam-macam Media Visual

Menurut (McCormick, 1987), terdapat macam-macam media visual sebagai berikut :

 

  1. Diagram
    Diagram adalah suatu gambaran-gambaran sederhana untuk memperlihatkan hubungan timbal balik, terutama dengan garis-garis diagram yang baik adalah sangat sederhana yakni hanya bagian-bagian terpenting saja yang diperhatikan.
    Diagram dengan tipe pie seperti dibawah ini merupakan diagram yang sangat mudah dipahami dan sangat mudah diserap informasinya, Karena diagram dengan tipe ini men visualisasikan informasi dengan menjadikan informasi menjadi potongan potongan pie, dengan besar pie sesuai dengan nilai data tersebut.
  2. Grafik
    Grafik adalah suatu grafis yang menggunakan titik-titik atau garis untuk menyampaikan informasi statistic yang saling berhubungan. Dengan berasumsi pada pengertian grafik tersebut, dalam proses belajar mengajar, grafik mempunyai fungsi untuk memperlihatkan perbandingan informasi kualitas-kualitas maupun kuantitas dengan cepat dan sederhana, terutama pada penyajian secara statistik.
    Berikut dibawah ini merupakan contoh gambar grafik jumlah peserta kursus Bahasa inggris, dengan men visualisasikan data secara grafik kita dapat mengetahui minat peserta kursus dari taun ke taunnya dengan mudah.
  3. Poster
    Poster merupakan kombinasi visualisasi yang kuat dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya. Media ini pada umumnya digunakan untuk mengenalkan suatu produk dari suatu perusahaan atau digunakan sebagai sarana promosi.
  4. Kartun
    Kartun adalah menggambarkan dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat. Dengan berasumsi pada konsep tersebut, kartun dapat digunakan sebagai alat bantu proses pengajaran walaupun banyak kartun yang membuat orang-orang tersenyum, tetapi pada dasarnya kartun mempunyai manfaat dalam proses belajar mengajar terutama dalam penjelasan rangkaian bahan satu urutan logis atau mendukung makna.
  5. Komik
    Komik merupakan suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu berita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan di rancang untuk memberikan hiburan pada pembaca. (1989 : 69).
  6. Gambar
    Media grafis paling umum digunakan dalam PBM, karena merupakan bahasa yang umum dan dapat mudah dimengerti oleh peserta didik. Kemudahan mencerna media grafis karena sifatnya visual konkrit menampilkan objek sesuai dengan bentuk dan wujud aslinya sehingga tidak verbalistik.
  7. Bagan
    Bagan merupakan media yang berisi tentang gambar-gambar keterangan-keterangan, daftar-daftar dan sebagainya. Bagan digunakan untuk memperagakan pokok-pokok isi bagan secara jelas dan sederhana antara lain: perkembangan, perbandingan, struktur, organisasi.

 KONSEP MODEL GRAFIK

1.4.1 Model

Model merupakan rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis.

1.4.2 Grafik

Grafik (dari bahasa Inggris “Graphic”) adalah presentasi visual pada sebuah permukaan seperti dinding, kanvas, layar komputer, kertas, atau batu bertujuan untuk memberi tanda, informasi, ilustrasi, atau untuk hiburan. Contohnya adalah: foto, gambar, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, simbol, desain geometris, peta, gambar teknik, dan lain-lain. Seringkali dalam bentuk kombinasi teks, ilustrasi, dan warna.
Jadi model grafik adalah suatu rencara, representasi atau suatu penyerderhana an bentuk suatu objek atau pun data kedalam suatu grafik atau gambar baik itu yang berupa grafik, diagram,typografi dll. Model grafik juga dapat diartikan sebagai kesatuan bentuk, titik, dan garis.

1.4.3 Elemen – elemen yang membentuk suatu model grafik komputer secara Geometri:

1. Titik (point)

Dot atau dalam istilah computer dikenal dengan pixel (picture element) atau kadang juga disebut dengan pel adalah elemen terkecl dari sebuah gambar atau pola dalam tampilan komputer. Kumpulan dari pixel membentuk sebuah gambar atau pola yang dapat dikenali dalam variasi warna dan jumlah yang banyak. Kumpulan pixel dalam jumlah panjang dan lebar tertentu disebut dengan resolusi.

2. Garis (Line)

Dua buah titik selalu dihubungkan dengan garis dimana jarak terdekatnya adalah berupa garis lulus.
3. Vertex

Titik pada gambar 3 Dimensi (3D).
4. Edge

Garis pada 3D yang menghubungkan 2 vertex.
5. Polygon / face / facet

Bangun sembarang yang terbentuk dari vertex vertex yang terhubung . merupakan unit fundamental dari grafik komputer.
6. Kurva

Kurva adalah suatu objek geometri yang merupakan garis lengkung, atau garis yang terbentuk Karena persambunga titik titik yang kontinyu.
7. Raster

Berasal dari system TV yang menggunakan kolom pixel. Keuntungannya adalah dapat menggambarkan benda (model) seperti dunia nyata dengan banyak variasi warna. Namun raster juga memiliki kekurangan yaitu memakan memory yang besar dan jika diperbesar dengan sekala tertentu makan gambarnya akan pecah.

1.4.4 Kegiatan yang terkait dengan pemodelan grafik komputer

Pemodelan
Geometris merupakan cabang dari matematika terapan dan komputasi geometri yang mempelajari metode dan algoritma untuk deskripsi matematika bentuk, baik itu berbentuk 2D maupun bentuk 3D.
Rendering
adalah suatu kegiatan memproduksi citra yang lebih solid dari model yang telah dibentuk.
Animasi
adalah menetapkan atau menampilkan kembali tingkah laku/behavior objek bergantung pada waktu yang berjalan, dan animasi juga merupakan suatu gambar yang bergerak yang terdiri dari beberapa frame.
Histogram
Informasi penting mengenai isi citra digital dapat diketahui dengan membuat histogram citra.

  1. Histogram citra adalah grafik yang menggambarkan penyebaran nilai-nilai intensitas pixel dari suatu citra atau bagian tertentu di dalam citra. Dari sebuah histogram dapat diketahui frekuensi kemunculan nisbi (relative) dari intensitas pada citra tersebut. Histogram juga dapat menunjukkan banyak hal tentang kecerahan (brightness) dan kontas (contrast) dari sebuah gambar. Karena itu, histogram adalah alat bantu yang berharga dalam pekerjaan pengolahan citra baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

 Operasi Titik Histogram

Histogram citra sangat berkaitan dengan berbagai teknik pengolahan citra, terutama metode-metode yang tergolong dalam operasi titik. Oleh karena itu, pada bagian awal dari operasi titik akan dijelaskan terlebih dulu tentang konsep histogram. Histogram citra menunjuk pada histogram dad nilai intensitas pixel. Histogram menampilkan banyaknya pixel dalam suatu citra yang dikelompokkan berdasarkan level nilai intensitas pixel yang berbeda. Pada citra grayscale 8 bit, terdapat 256 level nilai intensitas yang berbeda maka pada histogram akan ditampilkan secara grafik distribusi dad masing-masing 256 level nilai pixel tersebut.
Histogram citra ditampilkan dalam grafik 2D, dengan sumbu x menyatakan nilai intensitas pixel dan sumbu y menyatakan frekuensi (banyaknya kemunculan) suatu nilai intensitas pixel. Proses pembentukan histogram dapat dilakukan dengan memeriksa setiap nilai pixel pada citra, kemudian hitung banyaknya nilai pixel tersebut dan disimpan di memori. Contoh-contoh histogram citra dapat dilihat pada Gambar 4.1 (b) dan pada pembahasan-pembahasan lain tentang operasi titik. Histogram juga bisa diterapkan untuk citra berwarna, dengan cara memisahkan terlebih dulu 3 komponen wama red, green, dan blue, kemudian setiap komponen warna dibuat histogramnya. Histogram citra berwama juga dapat ditampilkan dalam grafik 3D dengan salah satu sumbu menyatakan komponen ruang warna.

 Penyesuaian Kecerahan (Brightness Adjustment)

Penyesuaian kecerahan (brightness) intensitas pixel merupakan operasi pixel yang paling sederhana. Tingkat kecerahan suatu citra dapat dilihat dad histogramnya. Semua pixel biasanya terkonsentrasi pada salah satu sisi histogram dengan rentangan gray level tertentu. Semakin dinaikkan tingkat brightness suatu citra maka konsentrasi nilai pixel pada histogram akan bergeser ke sisi kanan, demikian juga sebaliknya, semakin diturunkan maka konsentrasi nilai pixel pada histogram akan bergeser ke sisi kiri (Gambar 4.1).
Penyesuaian tingkat brightness suatu citra dapat dinyatakan sebagai
dengan U’ dan U berturut-turut menyatakan citra setelah dan sebelum penyesuaian kecerahan sedangkan c adalah suatu konstanta yang merupakan faktor penyesuaian. Proses penyesuaian di atas dilakukan dengan menambahkan (mengurangkan) nilai setiap pixel dengan suatu konstanta. Apabila nilai pixel setelah penyesuaian melebihi nilai maksimum intensitas yang mungkin untuk citra grayscale, nilai maksimum intensitas adalah 255 maka nilai pixel tersebut akan dijadikan 255. Demikian pula sebaliknya, bila nilai pixel hasil penyesuaian lebih kecil dari 0 (nol) maka nilai pixel tersebut dijadikan 0.

 Metode Histogram

  1. Metodehistogram adalah metode yang paling sering digunakan. Nilai T ditentukan berdasarkan histogram dari citra yang akan diambang-kan. Suatu citra yang memiliki objek tunggal dengan latar belakang homogen, biasanya memiliki histogram yang bimodal (memiliki dua maksimum lokal atau dua puncak), seperti ditunjukkan pada Gambar 4.2. Citra yang memiliki histogram seperti pada Gambar 4.2(a) dapat diambangkan dengan nilai ambang tunggal (Gambar 4.3). Gambar 4.2(b) menunjukkan histogram dengan 3 puncak. Puncak di tengah menunjukkan suatu objek sehingga pengambangan harus dilakukan dengan dua nilai T.
Citra yang memiliki histogram seperti gambar 5.27(c), pengambangan dengan nilai ambang tunggal tidak akan memberikan hasil yang memuaskan dan pengambangan lokal adaptif adalah penyelesaian yang tepat untuk masalah tersebut (Gambar 5.29).

 Perenggangan Kontras (Constrast Stretching)

  1. Kontras suatu citra adalah distribusi pixel terang dan gelap. Citra grayscale dengan kontras rendah maka akan terlihat terlalu gelap, terlalu terang, atau terlalu abu-abu. Histogram citra dengan kontras rendah, semua pixels akan terkonsentrasi pada sisi kid, sisi kanan, atau di tengah (Gambar 4.4 (c)). Semua pixel akan terkelompok secara rapat pada suatu sisi tertentu dan menggunakan sebagian kecil dari semua kemungkinan nilai pixel. Citra dengan kontras tinggi memiliki daerah gelap dan terang yang luas. Histogram citra dengan kontras tinggi memiliki dua puncak besar. Satu puncak terkonsentrasi pada sisi kiri dan yang satunya terkonsentrasi pada sisi kanan histogram. Citra dengan kontras yang bagus menampilkan rentangan nilai pixel yang lebar. Histogramnya relatif menunjukkan distribusi nilai pixel yang seragam, tidak memiliki puncak utama, atau tidak memiliki Iembah.
  2. Perenggangan kontras adalah teknik yang sangat berguna untuk memperbaiki kontras citra terutama citra yang memiliki kontras rendah. Teknik ini bekerja dengan baik pada citra yang memiliki distribusi Gaussian atau mendekati distribusi Gaussian.
Pada perenggangan kontras, setiap pixel pada citra U ditransformasi dengan menggunakan fungsi berikut.
Dengan o(ij) dan u(ij) berturut-turut pixel sesudah dan sebelum ditransformasi pada koordinat (i,j), c dan d berturut-turut menyatakan nilai maksimum dan minimum dari pixel pada citra input, dan L menyatakan nilai grayscale maksimum. Bila nilai pixel lebih kecil dari 0 maka akan dijadikan 0 dan bila lebih besar dari (L-1) maka akan dijadikan (L-1).
Gambar 4.4 menunjukkan contoh perenggangan kontras. Citra masukan memiliki kontras rendah, terlalu abu-abu (histogram terpusat di tengah), kemudian direnggangkan dengan nilai c = 79 dan d = 136, sehingga citra keluaran lebih jelas (histogram lebih menyebar).
Permasalahan yang muncul dengan menggunakan formula di atas adalah bila nilai maksimum (d) pixel terlalu tinggi dan nilai minimum (c) pixel terlalu rendah, akan tetapi kehadiran pixel dengan nilai maksimum atau nilai minimum sangat sedikit (atau mungkin hanya 1) maka proses penskalaan yaitu pembagi (d — c) pada formula di atas menjadi kurang representatif. Untuk menyelesaikan perrnasalahan ini dapat dilakukan dengan memilih nilai c dan d berdasarkan persentase tertentu, misalnya c diberi nilai dengan nilai pixel di mana terdapat sekitar p% pixel lebih kecil dari c, demikian juga untuk nilai d diberi nilai pixel di mana terdapat sekitar q% pixel lebih besar dari d.
Sudah tentu nilai p dapat sama atau berbeda dengan q. Nilai p dan q dapat ditentukan dengan membuat histogram citra input dan berdasarkan sebaran nilai pixel pada histogram, nilai p dan q yang representative dapat dipilih.
Dengan plow dan phigh berturut turut menyatakan nilai pixel yang berkaitan dengan nilai p% dan q%.

 Ekualisasi Histogram (Histogram Equalization)

Ekualisasi histogram merupakan salah satu bagian penting dari beberapa aplikasi pengolahan citra. Tujuan dari teknik ini adalah untuk menghasilkan histogram citra yang seragam. Teknik ini dapat dilakukan pada keseluruhan citra atau pada beberapa bagian citra saja. Histogram hasil proses ekualisasi tidak akan seragam atau sama untuk seluruh intensitas. Teknik ini hanya melakukan distribusi ulang terhadap distribusi intensitas dari histogram awal.

Jika histogram awal memiliki beberapa puncak dan lembah maka histogram hasil ekualisasi akan tetap memiliki puncak dan lembah. Akan tetapi puncak dan lembah tersebut akan digeser. Histogram hasil ekualisasi akan lebih disebarkan (spreading). Distribusi ulang terhadap histogram awal dilakukan dengan meme-takan setiap nilai pixel pada histogram awal menjadi nilai pixel baru dengan cara sebagai berikut.

Dengan/n(g) adalah nilai pixel baru, N menyatakan banyaknya pixel pada citra (bila citra berukuran 8 x 8 maka N adalah 64), g menyatakan nilai gray level awal yang nilainya dari 1 … L-1 (L menyatakan nilai gray level maksimum). Sedangkan c(g) menyatakan banyaknya pixel yang memiliki nilai sama dengan g atau kurang yang secara matematis dapat dinyatakan sebagai: c(g)=Egi), g =I, 2, . , L-1 (4.13) dengan h(i) menyatakan histogram awal. Berikut contoh penyebaran histogram dengan proses ekualisasi histogram.

Dengan h(i) menyatakan histogram awal. Berikut contoh penyebaran histogram dengan proses ekualisasi histogram.
Tampak pada Gambar 4.9-1 histogram hasil ekualisasi histogram tidak rata (Gambar (b)), hanya mendistribusi ulang histogram awal (Gambar (d)). Ekualisasi histogram ini dapat meningkatkan kualitas kontras citra (lihat Gambar 4.9-1(a) dan (c)).

 Ekualisasi Histogram Adaptif (Adaptif Histogram Equalization)

Pada dasamya ekualisasi histogram adaptif sama dengan ekualisasi histo-gram di atas. Hanya saja pada ekualisasi histogram adaptif, citra dibagi menjadi blok-blok (sub-image) dengan ukuran n x n, kemudian pada setiap blok dilakukan proses ekualisasi histogram. Ukuran blok (n) dapat bervariasi dan setiap ukuran blok akan memberikan hasil yang berbeda. Setiap blok dapat saling tumpang tindih beberapa pixel dengan blok lainnya.
Contoh hasil ekualisasi histogram adaptif ditunjukkan pada Gambar 4.9-2. Pada gambar tersebut disajikan suatu citra retina grayscale 4.9-2 (a), hasil ekualisasi histogram ditunjukkan pada Gambar 4.9-2 (b), dan hasil ekualisasi histogram adaptif dengan ukuran blok 9 x 9 pixel ditunjukkan pada Gambar 4.9-2 (c). Tampak pada gambar tersebut terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara hasil ekualisasi histogram tanpa adaptif dan dengan adaptif.

 Penajaman Lokal

Perenggangan kontras dan ekualisasi histogram yang dibahas sebelumnya merupakan proses yang bersifat global, artinya nilai pixel barn diperoleh berdasarkan penyebaran gray level pada keseluruhan citra. Proses penajaman pada citra juga dapat dilakukan secara lokal, yaitu nilai pixel bare dihitung pada suatu window tertentu pada citra kemudian bergerak pixel demi pixel. Nilai pixel bare yang dihitung adalah pixel pada pusat window.
Ekualisasi histogram adaptif adalah contoh lain dari penajaman lokal. Ciri histogram didasarkan pada histogram dari suatu citra. Bila x menyatakan tingkat keabuan pada suatu citra maka probabilitas dari x dinyatakan dengan:
dengan x = 0,…,L-1
Ciri histogram juga sangat berguna dalam analisis bentuk (shape analysis).

Area Chart

 Ikhtisar

Area grafik yang diberikan dalam browser menggunakan SVG atau VML. Menampilkan tips ketika melayang di atas poin.

 Grafik Area Bertumpuk

Secara default, grafik daerah menarik seri di atas satu sama lain. Anda dapat stack mereka atas satu sama lain sebagai gantinya, sehingga nilai-nilai data pada setiap x-nilai dijumlahkan. Dalam bagan daerah, nilai untuk setiap seri akan selalu ditumpuk relatif terhadap nilai seri sebelumnya. Susun campuran nilai-nilai negatif dan positif akan menyebabkan daerah tumpang tindih. Penting untuk dicatat bahwa opsi interpolateNulls tidak bekerja dengan grafik area bertumpuk.
Di sebelah kiri, isStacked diatur ke false (default), dan di sebelah kanan itu diatur ke benar:

Perhatikan bahwa urutan entri legenda berbeda. Dalam grafik kedua, ditumpuk, urutannya dibalik, menempatkan seri 0 di bagian bawah, untuk lebih sesuai dengan susun elemen seri, membuat legenda sesuai dengan data. grafik area bertumpuk juga mendukung 100% susun, dimana tumpukan elemen pada setiap domain-nilai yang rescaled sehingga mereka menambahkan hingga 100%. Pilihan untuk ini isStacked: ‘percent’, yang format setiap nilai sebagai persentase dari 100%, dan isStacked: ‘relative’, yang format setiap nilai sebagai sebagian kecil dari 1. Ada juga pilihan isStacked: ‘absolute’ , yang secara fungsional setara dengan isStacked: true.

Misalkan salah satu seri Anda tidak memiliki data untuk beberapa x-nilai Anda. Misalnya, di tangga lagu di atas, mari kita asumsikan bahwa drone tidak tersedia hingga tahun 2015, dan Segways tidak tersedia pada tahun 2014. Catatan yang kita gunakan nilai null dimana data yang kurang, sehingga grafik akan terlihat seperti ini:

Jika mereka diskontinuitas tidak menarik, Anda dapat mengganti angka nol untuk nulls, dan / atau menetapkan pilihan interpolateNulls untuk benar:

Candlestick Chart

Candlestick merupakan metode yang dikembangkan oleh Munehisa Homma (1724-1803) seorang pedagang beras dari Jepang. Ia menggunakan candlestick untuk melihat psikologis pedagang beras dan meramalkan pergerakan harga tersebut. Sedangkan orang yang mempopulerkan grafik candlestick di dunia barat yaitu Steven Nison pada tahun 1990-an.

Candlestick adalah sebuah jenis grafik yang mengindikasikan kisaran transaksi pada suatu mata uang/saham. Berisi informasi mengenai harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (close). Jika harga penutupan berada di atas harga pembukaan, maka jenis candle kosong. Sebaliknya jika harga penutupan berada di bawah harga pembukaan (harga turun), maka candle akan berisi. Pola analisis ini diperkenalkan pertama kali oleh para pedagang komuditas di Jepang pada awal abad 18-an.

Candlestick menampilkan harga pembukaan (open), harga terendah (low), dan harga penutupan (close). Harga pembukaan (open) adalah harga yang pertama kali terjadi pada suatu saham di waktu awal pembukaan bursa. Awal waktu pembukaan saham di Bursa Efek Indonesia dimulai pukul 09.00 WIB. Harga tertinggi (high) adalah harga tertinggi yang pernah terjadi dalam satu hari perdagangan saham di bursa saham. Harga terendah (low) adalah harga terendah yang pernah terjadi dalam satu hari perdagangan saham di bursa saham. Sedangkan harga penutupan (close) adalah harga terakhir kali terjadi pada suatu saham di waktu akhir menjelang penutupan bursa saham. Bursa Efek Indonesia berakhir pukul 16.00 WIB. Shadow atau bayangan adalah harga tertinggi atau terendah yang terjadi pada hari itu. Sedangkan panjang badan candle mencerminkan jarak pergerakan harga.

Candle Putih berarti harga penutupan lebih besar dari pada harga pembukaan, artinya pergerakan saham pada hari itu bergerak naik. Candle Putih sering disebut bullish. Sedangkan Candle Hitam berarti harga penutupan lebih kecil dari pada harga pembukaan, artinya pergerakan harga saham pada hari itu bergerak turun. Candle Hitam sering disebut bearish. Candlestick menunjukkan periode pergerakan saham dalam satu minggu, satu bulan atau satu tahun, bergantung dengan setting dari chart yang digunakan.

Bar Chart

Barchart adalah jenis grafik yang digunakan untuk menampilkan dan membandingkan jumlah, frekuensi atau ukuran lainnya (misalnya mean) untuk kategori diskrit data yang berbeda. Bar chart salah satu jenis yang paling umum digunakan dari grafik karena mereka mudah untuk membuat dan sangat mudah untuk menafsirkan. Mereka juga tipe grafik yang fleksibel dan ada beberapa variasi dari bar chart standar termasuk grafik horisontal bar, dikelompokkan atau grafik komponen, dan ditumpuk bar chart. Pada contoh di bawah, yang menunjukkan persentase penduduk Inggris yang menghadiri berbagai acara budaya selama 1999-2000, jenis acara adalah kategori diskrit data.

Grafik dibangun sedemikian rupa sehingga panjang dari bar yang berbeda sebanding dengan ukuran kategori yang mereka wakili. Sumbu x mewakili kategori yang berbeda dan tidak memiliki skala. Dalam rangka untuk menekankan fakta bahwa kategori diskrit, kesenjangan yang tersisa antara bar pada sumbu x. Sumbu y memang memiliki skala dan ini menunjukkan unit pengukuran

 Sejarah Bar Chart

Barchart atau bagan balok Barchart ditemukan oleh L. Gantt Chart dan Fredick W. Taylor dalam bentuk bagan balok, panjang balok mempresentasikan sebagai durasi setiap kegiatan. Keuntungan dari bagan balok ini adalah imformatif, mudah dibaca dan efektif untuk komunikasi serta dapat dibuat dengan mudah dan sederhana. Selain itu pada bagan balok ini juga dapat ditentukan milestone sebagai bagian target yang harus diperhatikan guna kelancaran produktifitas proyek secara keseluruhan Pada proses updating, bagan balok dapat diperpendek atau diperpanjang, yang menunjukkan bahwa durasi kegiatan akan bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan dalam proses perbaikan jadwal.
Banyak sumber mempertimbangkan William Playfair (1759-1823) telah menciptakan grafik bar dan ekspor dan impor dari Skotlandia ke dan dari bagian yang berbeda untuk satu tahun dari 1780 Natal Natal 1781 grafik dari The komersial dan politik Atlas menjadi grafik bar pertama dalam sejarah. Diagram kecepatan dari sebuah objek yang terus-menerus mempercepat melawan waktu diterbitkan dalam The Latitude bentuk (dikaitkan Martino Jacobus de Sancto atau, mungkin, Nicole Oresme) [1] sekitar 300 tahun sebelum dapat ditafsirkan sebagai “grafik batang proto”.

 Tipe Data Yang Bisa Ditampilkan Menggunakan Bar Chart

Bar chart berguna untuk menampilkan data yang diklasifikasikan ke dalam kategori nominal atau ordinal. Data Nominal dikategorikan menurut informasi deskriptif atau kualitatif seperti county lahir, atau subjek belajar di universitas. Data ordinal serupa tetapi kategori yang berbeda juga dapat peringkat, misalnya dalam survei orang mungkin diminta untuk mengatakan apakah mereka berpikir sesuatu yang sangat miskin, miskin, adil, baik atau sangat baik.
Dengan data nominal, mengatur kategori sehingga berurutan bar kelas dari kategori terbesar untuk kategori terkecil membantu pembaca untuk menafsirkan data. Namun, hal ini tidak sesuai untuk data ordinal karena kategori sudah memiliki urutan yang jelas. Bar chart juga berguna untuk menampilkan data yang meliputi kategori dengan nilai-nilai negatif, karena mungkin untuk posisi bar di bawah dan di atas sumbu x.

 Jenis-Jenis Bar Chart

5.3.1 Bar Chart Horisontal

Bar chart biasanya ditarik sehingga bar vertikal yang berarti bahwa tinggi bar, lebih besar kategori. Namun, hal ini juga mungkin untuk menarik bar chart sehingga bar horizontal yang berarti bahwa semakin lama bar, lebih besar kategori. Ini adalah cara yang sangat efektif untuk menyajikan data ketika kategori yang berbeda memiliki judul panjang yang akan sulit untuk menyertakan bawah bar vertikal, atau ketika ada sejumlah besar kategori yang berbeda dan ada cukup ruang untuk cocok untuk semua kolom yang diperlukan untuk bar chart vertikal di seluruh halaman.
Perhatikan, bahwa dalam Excel grafik di mana bar disajikan secara vertikal disebut sebagai bagan kolom, sementara grafik dengan batang horizontal disebut bar chart.

5.3.2 Pengkelompokan Bar Chart

  1. Bar Chart Kelompok adalah cara untuk menunjukkan informasi tentang berbagai sub-kelompok dari kategori utama. Pada contoh di bawah, sebuah bar chart dikelompokkan digunakan untuk menunjukkan skema yang berbeda (sub-kelompok) dengan kategori yang berbeda dari bahan rumah tangga didaur ulang.
Sebuah bar terpisah mewakili masing-masing sub-kelompok (mis situs kemudahan sipil) dan ini biasanya berwarna atau berbayang berbeda untuk membedakan antara mereka. Dalam kasus tersebut, legenda atau kunci biasanya disediakan untuk menunjukkan apa yang sub-kelompok masing-masing nuansa / warna wakili. Legenda bisa ditempatkan di daerah plot atau mungkin terletak di bawah grafik.
Kelompok Bar Chart dapat digunakan untuk menampilkan beberapa sub-kelompok masing-masing kategori, tetapi perawatan harus diambil untuk memastikan bahwa grafik tidak mengandung terlalu banyak informasi sehingga rumit untuk membaca dan menafsirkan. Dikelompokkan bar chart dapat ditarik sebagai kedua grafik horizontal atau vertikal tergantung pada sifat dari data yang akan disajikan.

5.3.3 Pertumpukan Bar Chart

Pertmupukan Bar Chart mirip dengan grafik bar dikelompokkan dalam bahwa mereka digunakan untuk menampilkan informasi tentang sub-kelompok yang membentuk kategori yang berbeda. Dalam grafik bar ditumpuk bar yang mewakili sub-kelompok ditempatkan di atas satu sama lain untuk membuat satu kolom, atau berdampingan untuk membuat sebuah bar tunggal. Tinggi keseluruhan atau panjang bar menunjukkan ukuran total kategori sementara warna yang berbeda atau nuansa digunakan untuk menunjukkan kontribusi relatif.
Contoh dari bar chart ditumpuk:

Berlangganan satelit dan TV kabel dengan pendudukan kepala rumah

Pertumpukan Bar Chart juga dapat digunakan untuk menunjukkan persentase kontribusi yang berbeda sub-kelompok berkontribusi untuk setiap kategori terpisah. Dalam hal ini bar yang mewakili kategori individu semua ukuran yang sama. Informasi tersebut juga dapat disajikan dalam serangkaian pie chart.

 

5.3.4 Mewarnai Bar

Lihat grafik kepadatan dari empat logam mulia:

Gambar di atas, semua warna adalah biru. Itu karena mereka semua bagian dari seri yang sama; jika ada seri kedua, yang akan menjadi berwarna merah. Kita dapat menyesuaikan warna-warna ini dengan peran gaya:

Ada tiga cara yang berbeda untuk memilih warna, dan tabel data kami menampilkan mereka semua: nilai RGB, nama warna bahasa Inggris, dan deklarasi CSS seperti:

var data = google.visualization.arrayToDataTable([
[‘Element’, ‘Density’, { role: ‘style’ }],
[‘Copper’, 8.94, ‘#b87333’], // RGB value
[‘Silver’, 10.49, ‘silver’], // English color name
[‘Gold’, 19.30, ‘gold’],
[‘Platinum’, 21.45, ‘color: #e5e4e2’ ], // CSS-style declaration
]);

5.3.5 Gaya Bar

Peran gaya memungkinkan anda mengontrol beberapa aspek dari bar penampilan dengan deklarasi CSS seperti:

  1. Warna
  2. Kegelapan
  3. Isi warna
  4. Mengisi opacity
  5. Stroke warna
  6. Stroke opacity
  7. Stroke lebar
Kita tidak menyarankan anda mencampur gaya terlalu bebas dalam bagan-memilih gaya dan tetap dengan itu-tapi untuk menunjukkan semua atribut gaya, inilah sampler:
Pertama dua bar setiap menggunakan warna tertentu (yang pertama dengan nama Inggris, yang kedua dengan nilai RGB). Tidak ada opacity dipilih, sehingga default dari 1,0 (sangat lengkap) digunakan; itu sebabnya bar kedua mengaburkan gridline belakangnya.
Di bar ketiga, opacity 0,2 digunakan, mengungkapkan gridline tersebut. Di bar keempat, tiga atribut gaya yang digunakan: stroke warna dan stroke-width untuk menarik perbatasan, dan mengisi warna untuk menentukan warna persegi panjang di dalam. Bar paling kanan tambahan menggunakan langkah-opacity dan mengisi opacity untuk memilih kekeruhan untuk perbatasan dan isi:

function drawChart() {
var data = google.visualization.arrayToDataTable([
[‘Year’, ‘Visitations’, { role: ‘style’ } ],
[‘2010’, 10, ‘color: gray’],
[‘2020’, 14, ‘color: #76A7FA’],
[‘2030’, 16, ‘opacity: 0.2’],
[‘2040’, 22, ‘stroke-color: #703593; stroke-width: 4; fill-color: #C5A5CF’],
[‘2050’, 28, ‘stroke-color: #871B47; stroke-opacity: 0.6; stroke-width: 8; fill-color: #BC5679; fill-opacity: 0.2’]]);

5.3.6 Label Bar

Grafik memiliki beberapa jenis label, seperti label centang, label legenda, dan label dalam tooltips. Pada bagian ini, kita akan melihat bagaimana untuk menempatkan label dalam (atau dekat) bar di bar chart. Katakanlah kita ingin membubuhi keterangan masing-masing bar dengan simbol kimia yang sesuai. Kita dapat melakukannya dengan peran penjelasan:
Pada tabel data, kita mendefinisikan kolom baru dengan { role: ‘annotation’ } memegang bar label kita:

var data = google.visualization.arrayToDataTable([
[‘Element’, ‘Density’, { role: ‘style’ }, { role: ‘annotation’ } ],
[‘Copper’, 8.94, ‘#b87333’, ‘Cu’ ],
[‘Silver’, 10.49, ‘silver’, ‘Ag’ ],
[‘Gold’, 19.30, ‘gold’, ‘Au’ ],
[‘Platinum’, 21.45, ‘color: #e5e4e2’, ‘Pt’ ]
]);
Sementara pengguna dapat mengarahkan kursor ke bar untuk melihat nilai-nilai data yang mungkin ingin meletakkan bar-nya:
Ini sedikit lebih rumit dari yang seharusnya, karena kita membuat DataView untuk menentukan penjelasan untuk setiap bar.

Bab 1 (Pendahuluan)

Di zaman yang modern ini teknologi komputer sangat berkembang dengan cepat, banyak berbagai bidang kehidupan yang menerapkan berbagai teknologi komputer yang ada pada saat ini, Salah satunya adalah bidang entertainmen yang meliputi iklan, animasi maupun game. Kesemuanya bidang itu membutuhkan adanya obyek yang dimanipulasi guna memenuhi suatu tujuan. Sebelum desain pemodelan grafik berkembang seperti saat ini obyek yang digunakan adalah obyek yang sesungguhnya sehingga sering terjadi kesulitan mencari obyek yang sesuai dengan keinginan. Setelah desain pemodelan grafik berkembang dan semakin maju maka obyek yang digunakan dibentuk dengan menggunakan rekayasa komputer. Kelebihan obyek yang direkayasa dengan menggunakan komputer adalah bentuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, biaya pengadaan obyek yang relatif lebih murah, serta lebih bisa dihandalkan.
Dengan berkembanya desain pemodelan grafik ini, kemudian berkembang pula data yang divisualisaikan dengan grafik grafik baik itu dalam bentuk diagram maupun dalam bentuk gambar. Visualisasi berguna untuk memudahkan seseorang dalam memahami sebuah objek atau data, contohnya adalah penyajian data yang divisualisaikan dalam bentuk diagram batang, pie maupun diagram yang berbentuk grafik.
Dalam buku ini kami selaku penulis akan membahas mengenai visualisasi menggunakan Google char, Google Chart itu sendiri adalah alat yang memungkinkan orang dengan mudah membuat grafik dari beberapa data dan menanamkan dalam sebuah halaman web, baik berupa area chart, bar chart,candle chart, maupun histologia.
Dan akhir kata, dalam pembuatan buku ini kami juga menyadari banyak kekurangan kekurangan dalam pembuatan buku ini baik secara tulisan maupun isi didalamnya, oleh Karena itu kami sebelumnya meminta maaf atas kekurangannya.

Tugas Softskill (Desain Pemodelan Grafis)

Desain Pemodelan Grafis

Area Chart
Bar Chart
Candle Stick
Histologia
Kelompok 1
Penulis & Penyusun
Aprian Dwi S (51414457)
Atikah Ristia Fitri (51414792)
Noffrihendri (57414999)
Nuzul Muhammad R (58414298)
Rizki Mahardika C (59414633)
3IA17

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadiran Allah Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan buku ini yang ber tema “Design Pemodelan Grafik”.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan buku ini berkat bantuan dan bimbingan bapak ibu dosen serta tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan Buku ini.
Kami menyadari bahwa dalam proses penulisan dan pembuatan Buku ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan sebaik-baiknya dari segala kemampuan yang dimiliki sehingga dapat meghasilkan sebuah karya yang baik. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati serta lapang dada menerima masukan, serta saran guna menyempurnakan pembuatan buku ini.
Depok, 19 Desember 2016

Daftar Isi

KATA PENGANTAR
Bagian I PENDAHULUAN
Bagian II TEORI KONSEP VISUALISASI DAN MODEL GRAFIS

Bab 1 KONSEP VISUALISASI

1.1 Definisi Visualisasi
1.2 Karakteristik Visualisasi Informasi
1.3 Macam-macam Media Visual
1.4 KONSEP MODEL GRAFIK

1.4.1 Model
1.4.2 Grafik
1.4.3 Elemen – elemen yang membentuk suatu model grafik komputer secara Geometri:
1.4.4 Kegiatan yang terkait dengan pemodelan grafik komputer
Bab 2 Histogram

2.1 Operasi Titik Histogram
2.2 Penyesuaian Kecerahan (Brightness Adjustment)
2.3 Metode Histogram
2.4 Perenggangan Kontras (Constrast Stretching)
2.5 Ekualisasi Histogram (Histogram Equalization)
2.6 Ekualisasi Histogram Adaptif (Adaptif Histogram Equalization)
2.7 Penajaman Lokal
Bab 3 Area Chart

3.1 Ikhtisar
3.2 Grafik Area Bertumpuk
Bab 4 Candlestick Chart
Bab 5 Bar Chart

5.1 Sejarah Bar Chart
5.2 Tipe Data Yang Bisa Ditampilkan Menggunakan Bar Chart
5.3 Jenis-Jenis Bar Chart

5.3.1 Bar Chart Horisontal
5.3.2 Pengkelompokan Bar Chart
5.3.3 Pertumpukan Bar Chart
5.3.4 Mewarnai Bar
5.3.5 Gaya Bar
5.3.6 Label Bar
Bagian III PERANGKAT LUNAK YANG MENDUKUNG

Menggunakan Charts Google
Cara Menggambar Grafik menggunakan HTML 5

chart.draw()
ChartWrapper
DrawChart()
Bagian IV KASUS PEMANFAATAN PERANGKAT LUNAK

Penerapan Candlestick Chart Dalam Teknologi Informasi

Konfigurasi Opsional
Metode
Events
Penerapan Histogram

Membuat Histogram
Mengatur Warna
Penerapan Bar Chart Dalam Google Chart

Membuat Material Bar Chart
Grafik Dual-X
Grafik top-X
Bagian V PENUTUP

Kesimpulan

 

DAFTAR PUSTAKA